Masa Depan dari Perekonomian Arab
By: Silka Kristi
Negara-negara Arab merangkul revolusi politik selama Arab Spring. Sekarang mereka diseimbangkan untuk merangkul sebuah revolusi kemajuan teknologi. Peralihan revolusi industri keempat memegang solusi dari banyak kesulitan yang dihadapi oleh negara-negara di Timur Tengah dan Afrika Utara (MENA), seperti pertumbuhan ekonomi yang lemah, tingginya angka pengangguran dan gangguan keamanan. Perubahan ini tidak akan terjadi dengan mudah dan perubahan ini akan tergantung pada penentuan usaha oleh pemerintah dalam kerja sama nya dengan sektor swasta. Perubahan yang tak seimbang pada wilayah MENA sudah ikut serta dalam transformasi digital, tetapi dalam berbagai langkah. Arab Saudi telah menaikan ambisi untuk bergerak dari minyak dengan mengembangkan sektor ekonomi non-minyak. Arab memiliki dua program yang sedang berlangsung yang merupakan bagian perencanaan 2030 - perkembangan dari infrastruktur jalur lebar dan menetapkan peralatan dan peron dari pendigitalan ekonomi (perhitungan cloud, sistem block chain) untuk memungkinkan perubahan besar-besaran. Di Tunisia, 7% sampai 8% tamatan perguruan tinggi setiap tahun nya mendapatkan perkejaan dalam sektor ICT. Suatu negara juga memposisikan diri mereka sebagai tujuan keluar bagi program software. Turki mengerakan langkah yang lebih lamban dan berhati-hati dengan dampak bahwa transformasi teknologi akan meningkatkan pengangguran.
Lompatan untuk masa depan
Peter Smith, kepala eksekutif dari Blockchain, USA, mengatakan bahwa ada dorongan yang sangat kuat didalam timur tengah untuk menggerakan perubahan teknologi. Faktanya negara-negara tertinggal dalam ICT merupakan suatu kesempatan bagi mereka untuk melompati sistem IT yang ada pada saat ini dan mengadopsi teknologi yang inovatif seperti blockchain.
Continue reading http://www.weforum.org/agenda/2017/01/the-future-arab-economies/?_pi_=7%2CPAGE_ID10%2C8486364574
Negara-negara Arab merangkul revolusi politik selama Arab Spring. Sekarang mereka diseimbangkan untuk merangkul sebuah revolusi kemajuan teknologi. Peralihan revolusi industri keempat memegang solusi dari banyak kesulitan yang dihadapi oleh negara-negara di Timur Tengah dan Afrika Utara (MENA), seperti pertumbuhan ekonomi yang lemah, tingginya angka pengangguran dan gangguan keamanan. Perubahan ini tidak akan terjadi dengan mudah dan perubahan ini akan tergantung pada penentuan usaha oleh pemerintah dalam kerja sama nya dengan sektor swasta. Perubahan yang tak seimbang pada wilayah MENA sudah ikut serta dalam transformasi digital, tetapi dalam berbagai langkah. Arab Saudi telah menaikan ambisi untuk bergerak dari minyak dengan mengembangkan sektor ekonomi non-minyak. Arab memiliki dua program yang sedang berlangsung yang merupakan bagian perencanaan 2030 - perkembangan dari infrastruktur jalur lebar dan menetapkan peralatan dan peron dari pendigitalan ekonomi (perhitungan cloud, sistem block chain) untuk memungkinkan perubahan besar-besaran. Di Tunisia, 7% sampai 8% tamatan perguruan tinggi setiap tahun nya mendapatkan perkejaan dalam sektor ICT. Suatu negara juga memposisikan diri mereka sebagai tujuan keluar bagi program software. Turki mengerakan langkah yang lebih lamban dan berhati-hati dengan dampak bahwa transformasi teknologi akan meningkatkan pengangguran.
Lompatan untuk masa depan
Peter Smith, kepala eksekutif dari Blockchain, USA, mengatakan bahwa ada dorongan yang sangat kuat didalam timur tengah untuk menggerakan perubahan teknologi. Faktanya negara-negara tertinggal dalam ICT merupakan suatu kesempatan bagi mereka untuk melompati sistem IT yang ada pada saat ini dan mengadopsi teknologi yang inovatif seperti blockchain.
Continue reading http://www.weforum.org/agenda/2017/01/the-future-arab-economies/?_pi_=7%2CPAGE_ID10%2C8486364574
Comments
Post a Comment