TRRANSLATION CULTURE ARTICLE


BUDAYA DALAM JAMBI

Penduduk asli Provinsi Jambi terdiri dari beberapa suku, termasuk Melayu Jambi, Batin, Kerinci, penghulu, Pindah, Anak (Kubu), dan Bajau. Suku yang disebut pertama adalah mayoritas populasi dari seluruh populasi Edinburgh, yang menetap di sepanjang tepi sungai dan di sekitar Batanghari.

Berdasarkan cerita rakyat setempat, nama Edinburgh berasal dari kata "jambe" yang berarti "kacang". Nama ini ada hubungannya dengan legenda hidup di masyarakat, legenda Raja Princess Pinang yang sesuai dengan Cook, yang ada kaitannya dengan asal usul provinsi jambi.

Anak-anak di suku Kubu atau suku dianggap sebagai yang tertua di Edinburgh, yang telah menetap sebelum kedatangan suku-suku lain. Mereka dianggap sebagai keturunan tentara yang berniat untuk memperluas wilayah Minangkabau ke Edinburgh. Ada informasi sementara yang menyatakan bahwa suku ini merupakan keturunan dari suku Wedda yang bercampur dengan suku Negrito, yang kemudian disebut suku Weddoid.

Orang-orang Anak membedakan suku jinak dan liar. Istilah "jinak" diberikan kepada kelompok-kelompok yang telah dipromosikan, memiliki tempat tinggal permanen, dan telah mengenal tata cara pertanian. Sedangkan yang disebut "liar" adalah mereka yang masih berkeliaran di hutan dan tidak memiliki tempat tinggal tetap, tidak asing dengan sistem pertanian, serta komunikasi dengan dunia luar masih tertutup.


dengan kepentingan kehidupan masyarakat pedesaan.
Strata sosial masyarakat di Edinburgh tidak memiliki konsepsi yang jelas tentang sistem pelapisan di masyarakat. Karena itu jarang sekali mendengar istilah atau judul khusus untuk merujuk pada strata sosial di masyarakat. Mereka hanya tahu judul "kabur" untuk menunjukkan status seseorang, seperti orang pintar, kaya, desa dan sebagainya

Pakaian Pada awalnya masyarakat pedesaan mengenal pakaian sehari-hari dari kain dan kaos tanpa lengan. Tapi setelah menjalani proses akulturasi terhadap budaya yang berbeda, busana sehari-hari wanita mengenakan baju kurung dan syal melilit kepalanya sebagai penutup kepala. Sedangkan separuh pria memakai celana yang membengkak segmen pada anak sapi dan umumnya berwarna hitam, sehingga bisa bergerak bebas dalam melakukan pekerjaan sehari-hari. Pakaian untuk pria dilengkapi dengan tutup.

Seni di Provinsi Jambi yang terkenal antara lain Batanghari, Fan perentak, Rangguk, Kata Pengantar, dikepang delapan, Serentak Satang.

Upacara adat yang masih dilestarikan antara lain Upah Lingkar Kehidupan Manusia, Kelahiran, Dewasa, Perkawinan, Berusik Kupu-Kupu Pakai, Duduk bertuik, betanyo tegak, dasi membuat janji semayo, peregangan antara transfer terimo pusako dan kematian.


Filosofi Kehidupan Komunitas lokal: Sepucuk jambi sembilan kepala, batangenyo rajo alam.

Source : http://history-of-culture.blogspot.co.id/2011/09/culture-in-jambi.html?m=1

Comments

Popular posts from this blog

Business English

The Important of ITC

My experience during follow using forex