Telepon seluler dapat mempengaruhi otak

By: Silka Kristi

Studi sementara belum menemukan secara jelas tentang adanya hubungan antara telepon seluler dengan kanker otak, tetapi sebuah studi baru-baru ini menunjukkan bahwa ada kekuatan dari perangkat telepon yang dapat mepengaruhi aktivitas otak.
 
Para peneliti menemukan bahwa dengan mengenggam sebuah telepon seluler dan meletakkan nya  ke telinga dalam jangka waktu yang lama dapat meningkatkan aktivitas  pada bagian otak yang dekat dengan saraf pusat. 

Dr. Nora Volkow, seorang direktur dari National Institute pada bidang penyalahgunaan obat-obatan, dan rekan-rekan nya melaporkan dalam journal of the American Medical Association, mengatakan bahwa ada sebuah penekanan dari bagaimana otak mengunakan kinerjanya, pada bagian ini terdapat peningkatan yang signifikan ketika telepon dihidupkan dan dibisukan, dibandingkan dengan ketika telepon tersebut dimatikan. 

"Walaupun kami tidak dapat menentukan secara medis, hasil penelitian kami memberikan sebuah bukti bahwa otak manusia sensitif terhadap pengaruh-pengaruh dari frekuensi gelombang elektromagnetik dari telepon seluler". Ucap seorang co-author Dr. Gene-Jack Wang dari brookhaven National Laboratory di Long Island, dimana penelitian saat ini sedang dilakukan yang mana telah dikatakan oleh MedPage hari ini.

Apa yang kita ketahui tentang telepon and kanker

Walaupun penelitian tidak dapat menarik kesimpulan tentang seberapa lama implikasinya, peneliti-peneliti lain nya mencoba menemukan informasi spesifik lainya. Dr Santosh Kesari, seorang direktur neuro-oncology di University of California San Diego, menyampaikan melalui emailnya ke MedPage dan ABC News, “Secara jelas ada efek yang berbahaya, dan pertanyaan yang penting adalah apakah efek yang bahaya ini dapat dihubungkan dengan hal-hal yang bisa saja merugikan bagi otak atau mempengaruhi perkembangan persoalan masa depan yaitu kanker seperti yang diusulkan oleh penelitian epidemiologi baru-baru ini”.

Ada banyak jumlah populasi, berdasarkan evaluasi studi mengenai adanya hubungan pontensial antara kanker otak dengan penggunaan telpon tidak konsisten ataupun tidak meyakinkan. Akhir-akhir ini kebanyakan studi mengenai antisipasi terhadap penggunaan telepon diartikan sebagai “Hal yang tidak masuk akal” karena beberapa perhitungannya mengungkapkan secara signifikan sebuah efek yang bersifat melindungi penggunaan telepon seluler. Di sisi lain, bagi para pengguna yang secara intensif menggunakan telepon mempunyai resiko tinggi terhadap glioma – tetapi para peneliti menyebut level penggunaan mereka sebagai suatu hal yang “Tidak realistis”.

Tetapi beberapa peneliti telah melihat pengaruh psikologi yang nyata bahwa frekuensi radio dan gelombang elektromagnetik dari telepon seluler bisa sampai pada jaringan otak. Beberapa menunjukkan bahwa darah yang mengalir dapat meningkat pada bagian otak selama menggunakan telepon, tetapi hanya ada efek yang kecil dari saraf otak.

Jadi, Dr. Volkow dan rekan-rekan nya mengerjakan sebuah studi di Brookhaven National Laboratory. Mendaftarkan 47 pasien yang masing-masing memegang satu telepon dan meletakkannya di telinga masing-masing sementara mereka berbaring di dalam sebuah PET scanner selama 50 menit. Para peneliti meneliti metabolisme glukosa otak pada pasien dua kali, satu kali dengan telepon menyala tetapi di bisu kan, dan satu nya lagi dengan kedua telepon dimatikan. Tidak ada perbedaan di dalam keseluruhan metabolisme otak apakah telepon dalam posisi menyala atau mati.

Apakah telepon seluler berbahaya bagi anak-anak?

Tetapi metabolisme glukosa di dalam bagian-bagian yang paling terdekat dengan saraf -orbitofrontal cortex dengan temporal pole- secara signifikan lebih tinggi ketika telepon dalam posisi menyala.
Analisis lebih lanjut menyatakan bahwa bagian-bagian tersebut diharapkan untuk mempunyai penyerapan terbesar dari frekuensi radio dan elektromagnetik dari penggunaan telepon tentu satu-satu nya menunjukkan peningkatan metabolisme glukosa lebih besar.

“Walaupun frekuensi radio dipancarkan dari teknologi telepon saat ini sangat lemah, mereka mudah untuk mengaktifkan efek untuk otak manusia,” ucap dokter Volkow saat di JAMA video report.
Efek-efek pada aktivitas saraf bisa membuat perubahan di dalam neurontransmitter, membran sell, cell excitability, atau calcium efflux.

Sudah dikatakan bahwa panas yang dihasilkan oleh telepon bisa mendukung perubahan fungsional pada otak, tetapi ini mungkin tidak akan  menjadi suatu permasalahan, ucap para peneliti.
Dr. Wang menyatakan bahwa implikasi nya masih belum jelas, “Penelitian lebih lanjut masih sangat dibutuhkan untuk memeriksa jika efek-efek yang kami amati dapat memiliki pengaruh dalam jangka waktu lama,” Ucap nya. Tetapi para peneliti belum merencanakan penelitian selanjutnya.

“Pengambilan-home message” Dr. Kesair mengatakan, “Ada yang masih belum kami ketahui, penelitian lebih lanjut sangat dibutuhkan, dan untuk itu pengguna seharusnya mencoba untuk menggunakan headset dalam menggunakan telepon seluler dan dapat mengurangi penggunaan telepon jika itu memungkinkan. Membatasi penggunaan telepon pada anak muda tentu bukanlah hal berlebihan.” 



Comments

Popular posts from this blog

Business English

My experience during follow using forex

The Important of ITC